“Kamu sudah makan?” Tanya-nya
“Sudah mungkin”. Jawabku ragu
“Kok mungkin sih?” Tanya-nya tegas
“Makan yuk, aku masakin ya” lanjut-nya
Aku hanya terdiam tanpa menjawab seraya melihat ia memasak, ya walaupun cuma mie instan biasa hehehe.
Tepat di bulan juni tanpa aku tahu ia sudah bekerja disalah satu percetakan ternama di daerah-ku, ya mungkin aku saja yang bodoh karna tak pernah tahu yang ia lakukan di belakangku mungkin memang pada saat itu aku sibuk membuat surat lamaran kerja juga menyiapkan berkas-berkas pensiun-an almarhum bapak-ku. Ku coba untuk chat dia via WA
“Hai, siang cantik. sibuk gak?” Tanya-ku di chat
“Nggak nih, kenapa?” Balasnya
“Pulang jam berapa kerjanya?” Tanya-ku lagi
“Hmm, paling jam 6 sore deh, soalnya kerjaan masih banyak” jawabnya
“Kenapa sayang” lanjutnya
“Gpapa, pulangnya aku jemput ya” tawarku
“Hmm boleh, nanti aku kabarin ya kalo udah mau pulang” jawabnya.
“Iya sayang” balasku cepat
Mungkin begitu lah jika dua pasang remaja sedang di rujung asmara rasanya tak bertemu satu detik-pun rasanya dunia akan kiamat hahaha…
Waktu telah berlalu jam di tangan ku sudah menunjukkan pukul 6 sore dan adzan magrib pun mulai berkumandang di setiap masjid-masjid terdekat, dan akupun sudah hampir tiba di tempat ia bekerja, ia berdiri dengan kerudung warna pink seraya tersenyum menyambut kedatangan-ku dengan sepeda motor tua bekas peninggalan bapakku dulu.
Di tengah perjalanan banyak kami lewati para pedagang yang menjual makanan atau sekedar jajanan-jajanan viral pada masa itu, sambil menurunkan pelan laju motorku aku bertanya kecil pada dia.
“Kamu kenapa mau sama aku?” Tanya-ku
“Kenapa ya?? Ya karna aku mau sama kamu hehe” Jawabnya sambil tertawa kecil di barengi dengan dagu yang menempel di pundakku juga tangan yang melingkar memeluk perutku di atas sepeda motor
Tidak ada komentar:
Posting Komentar