Sabtu, 24 April 2021

Chapter 2 #part 2

Tanpa terasa waktu berlalu begitu cepat bagi-ku, sesekali ia datang kerumah-ku hanya sekedar tuk memastikan keadaan-ku dalam baik-baik saja, dia adalah cinta pertama-ku yang s’lalu ada disampingku.

“Kamu sudah makan?” Tanya-nya
“Sudah mungkin”. Jawabku ragu
“Kok mungkin sih?” Tanya-nya tegas
“Makan yuk, aku masakin ya” lanjut-nya

Aku hanya terdiam tanpa menjawab seraya melihat ia memasak, ya walaupun cuma mie instan biasa hehehe.

Tepat di bulan juni tanpa aku tahu ia sudah bekerja disalah satu percetakan ternama di daerah-ku, ya mungkin aku saja yang bodoh karna tak pernah tahu yang ia lakukan di belakangku mungkin memang pada saat itu aku sibuk membuat surat lamaran kerja juga menyiapkan berkas-berkas pensiun-an almarhum bapak-ku. Ku coba untuk chat dia via WA 

“Hai, siang cantik. sibuk gak?” Tanya-ku di chat
“Nggak nih, kenapa?” Balasnya
“Pulang jam berapa kerjanya?” Tanya-ku lagi
“Hmm, paling jam 6 sore deh, soalnya kerjaan masih banyak” jawabnya
“Kenapa sayang” lanjutnya
“Gpapa, pulangnya aku jemput ya” tawarku
“Hmm boleh, nanti aku kabarin ya kalo udah mau pulang” jawabnya.
“Iya sayang” balasku cepat

Mungkin begitu lah jika dua pasang remaja sedang di rujung asmara rasanya tak bertemu satu detik-pun rasanya dunia akan kiamat hahaha…

Waktu telah berlalu jam di tangan ku sudah menunjukkan pukul 6 sore dan adzan magrib pun mulai berkumandang di setiap masjid-masjid terdekat, dan akupun sudah hampir tiba di tempat ia bekerja, ia berdiri dengan kerudung warna pink seraya tersenyum menyambut kedatangan-ku dengan sepeda motor tua bekas peninggalan bapakku dulu.
Di tengah perjalanan banyak kami lewati para pedagang yang menjual makanan atau sekedar jajanan-jajanan viral pada masa itu, sambil menurunkan pelan laju motorku aku bertanya kecil pada dia.

“Kamu kenapa mau sama aku?” Tanya-ku
“Kenapa ya?? Ya karna aku mau sama kamu hehe” Jawabnya sambil tertawa kecil di barengi dengan dagu yang menempel di pundakku juga tangan yang melingkar memeluk perutku di atas sepeda motor

Minggu, 18 April 2021

DHYS Chapter 2 #1

 Akupun dikenalkan kepada keluarga dari ayah kandungnya dan akupun baru tahu bahwa kedua orangtua – nya telah lama berpisah ketika ia dulu masih kecil, kupikir ia sama seperti hal yang ku alami hanya saja kami berbeda cerita. Aku sangat senang ketika aku di kenalkan olehnya kepada kedua orangtua – nya, bagiku itu adalah sebuah penghormatan untukku. Keluarganya dan saudara – saudaranya sangat baik menerimaku, hingga pada pernikahan kakak saudara perempuannya pun mengundangku untuk datang dan disaat itulah pertama kali aku bertemu dengan semua saudara – saudaranya termasuk kakeknya sendiri 

 
 
         Tahun pun berganti dan diawal tahun 2018 tersebut sungguh tidak mengenakan untukku karna bapakku jatuh sakit dan harus segera di bawa ke rumah sakit terdekat karna tepat malam sabtu bapakku masuk keruang Instalasi Gawat Darurat. Dan disaat itu juga aku mengabarinya bahwa orangtua – ku jatuh sakit, selama dua hari itu mungkin aku tak bisa tertidur seperti biasa karna orang yang banggakan sedang terbaring lemah tak berdaya, pada saat itu aku hanya ditemani oleh seorang teman ku yang mungkin sudah kuanggap dia sebagai sahabatku. 
 
“ Bapakku masuk rumah sakit tadi pagi” pesanku singkat padanya. 
“ memang bapak sakit apa ?” tanyanya. 
“ kata ibu jantungnya lemah sama diabetes” balasku 
ohiya perlu kalian ketahui bahwa bapakku telah menikah lagi dengan ibu tiriku setelah delapan tahun menduda karna ibuku meninggal pada tahun 2009 dan kemudian menikah lagi pada tahun 2017 dimana disaat aku baru pulang ke karawang, beliau menikah atas permintaanku tahun lalu.
 
“ cepet sembuh ya buat bapak, kamu gausah sedih do’ain aja buat bapak” jawabnya. 
“ iya, aku gabisa maafin diri aku sendiri kalo bapak sudah gak ada.” balasku 
“ kamu gak boleh ngomong kaya gitu ah gak baik.” katanya 
“ sudah kamu istirahat saja sana, sekarang sudah malem.” lanjutnya 
 
keesokan harinya tepat di pukul 01:43 hari senin dini hari bapakku menghembuskan nafas terakhirnya, sontak aku yang ketika itu sedang tertidur lansung terbangun karna kakak perempuanku memukulku sambil menangis, bagiku melihatnya pergi untuk selama – lamanya adalah pukulan yang keras buatku untuk menjalani hidup tanpa sosok seorang bapak di sampingku.
Tanpa berpikir panjang aku langsung menghubunginya dan 
disaat itu dia telah tertidur lelap tanpa berpikir panjang aku langsung menghubungi kakak saudari – nya untuk meminta membangunnya yang sedang tertidur dan aku langsung memberi tahu bahwa bapakku telah tiada, ketika pagi  menjelang dia pun tiba dirumahku yang sudah dipenuhi oleh teman – temanku serta para pengurus DKM Mesjid dan tetangga dari sekitaran komplek rumahku, tak luput para teman - teman kerja bapakku pun datang untuk sekedar memberi penghormatan terakhir kepada bapakku. Sebagai penghormatan terakhirku sebagai anak kepada seorang bapak aku memandikkan jenazahnya dan juga menciumnya untuk terakhir kalinya, disana juga terlibat abangku untuk ikut memandikan jenazah tapi abangku tak sanggup untuk menahan isak tangisnya lalu memilih keluar untuk tidak ikut andil, akhirnya hanya aku saja yang memandikan orangtua ku tuk terakhir kalinya. Aku melihat ada senyuman damai di raut wajah beliau yang artinya beliau telah tenang dan damai, pak, tak banyak aku ungkapkan rasa sayangku padamu, mungkin hanya lewat do’a itu telah mewakilkan semuanya. 

 

Selasa, 13 April 2021

DHYS Chapter 1

 DIA, HIDUPKU YANG SEBENARNYA... 

 




. . . 

 
 

       Dia, ya dia adalah gadis yang aku sukai saat pertama kali aku melihatnya di pertengahan tahun 2010 
saat itu aku duduk dikelas 6 SD di salah satu sekolah dasar di Karawang. Dia sama seperti gadis-gadis yang lainnya, dia lucu saat tertawa, dia imut saat tersenyum, dan dia dengan seribu kecantikkannya, ya aku jatuh cinta padanya saat pertama kali aku melihatnya. Bola dan pupil matanya yang besar serta gigi gingsulnya yang membuat aku tak bisa berpaling saat menatap ia tertawa serta rambutnya yang sangat lembut juga wangi, parfum yang ia pakai di bajunya itu tak bisa membuatku lupa. Pernah dulu aku mengambil fotonya sewaktu kecil didalam saku tasnya, dan aku simpan hingga sekarang entah dimana foto itu menghilang ku akui aku sangat mencintainya. 
Itulah dimana aku bisa memberi tahu kepada kalian dimana disaat aku pertama kali bertemu dan menyukai dia sewaktu masa – masa sekolah dasar dulu. 

"Mungkin tak banyak yang bisa kujelaskan betapa cantiknya dirimu dimataku, hanya sedikit saja aku dapat mendeskripsikan dirimu dan biarlah itu akan terukir di dalam pikiranku." gumamku 

 

Maaf aku takkan bisa melukis – kan dirimu, 

Biarlah itu tersimpan di dalam hatiku. 

 
Mas Kemod . 

 
          Tepat pada tahun 2012 aku lulus dan mulai memasuki masa ospekan sekolah menengah pertama dan disaat itu juga aku mulai tidak tahu dia ada dimana, sesekali aku hanya mendapatkan kabar angin bahwa ia tinggal dekat dengan daerah rumahku. Mungkin antara senang dan juga sedih, sedihnya karna aku tidak tahu dimana dia tinggal, hingga ketika tahun telah berganti kini telah usai aku lewati masa-masa sekolah menengah pertama dan tidak terasa aku akan memasuki masa-masa jaman SMK dan aku pun sudah tidak tahu dia berada dimana, sejak aku menginjak kelas 2 (11) SMK aku mencoba chat sedikit dengan dia via facebook dan dia pun jarang membalas pesanku. 
 
"Hai,gimana kabar kamu?” kutanya. 
“Baik, kamu sendiri gimana? Sehat?” jawabnya. 
“sibuk apa sekarang?” tanyaku lagi. 
“sibuk sekolah saja, kalo kamu sih?” tanyanya. 
“aku sibuk magang ini heheheohiya boleh minta kontak mu?” tanyaku. 
“boleh kok, F990215BYY ini” balasnya. 
 
dan sesudah kami bertukar kontak pin BBM, karna pada jaman itu sedang ramai-ramainya mengunakan BBM di hp android. Selang berapa bulan aku kehilangan kontak dengannya, ya mau gimana lagi ku pikir mungkin dia bukan jodohku. Aku terima takdir tuhan pada kala itu karna mau bagaimana lagi semua sudah ada yang mengatur pikirku saat itu. Setelah aku lulus dari sekolah dan memulai untuk pergi merantau mungkin aku harus rela pergi meninggalkan kota yang membesarkanku dan juga orang yang kusayangi kala itu. Ya disaat aku kehilangan kontak dengannya aku mempunyai kekasih, kukenal ia saat aku masih duduk dibangku SMP dia adalah adik kelasku, ya mungkin hubungan ku dengan adik kelas ku itu tak berjalan baik karna tak semua orang bisa menjalani hubungan jarak jauh atau LDR.

sudah ya aku tak mau membahas mantanku yang itu dulu.  
 
    Diakhir tahun 2017 aku memutuskan untuk pulang ke kota karawang ya mungkin alasan aku pulang karena sudah tak tahu lagi apa yang harus aku lakukan di kota orang ditambah kontrak kerja ku sudah habis bulan lalu. Banyak hal yang aku lalui setelah aku pulang ke karawang entah itu bermain futsal atau hanya sekedar bermain game bersama teman-temanku, dan tepat di pertengahan bulan nopember aku yang sedang asyik nongkrong dengan teman-temanku di salah satu warung kopi dengan tak sengaja aku membuka media sosial ku dan melihat dia sedang online aku mulai memberanikan diri untuk menghubunginya kembali lewat direct message di media sosial itu, selang beberapa lama dia membalasku banyak hal yang kami bahas dari aku yang hanya sekedar melemparkan lelucon hingga ke pembahasan serius yang dulu pernah terjadi di masa sekolah dasar dulu, dan dari situ pun kami saling bertukar nomor  whatsapp, walau hanya sekedar basa – basi aku sangat senang karena orang yang ku sukai sejak masa – masa sekolah dasar dulu merespon baik balasan pesan singkat WA – ku. Satu hal yang harus kalian tahu, dan mungkin ini adalah salah satu kunci juga awal mula hubungan dengannya dimulai. 
 
“ Ohya, aku chat ini cowokmu marah gak ?” tanyaku. 
“ Enggak kok” jawabnya. 

 
Kau tahu itu adalah jawaban yang sangat gantung karna aku tidak tahu jika dia sudah mempunyai seorang pacar atau tidak. 

“ Memang pacar kamu kemana? Enggak chat kamu gitu?” tanyaku untuk memastikan. 
“ Aku gak punya pacar kok, hehehe.” jawabnya singkat namun sangat berarti untukku. 

Akhirnya apa yang ku harapkan sesuai dugaan ku, lalu kucoba untuk mengajaknya bertemu pertama kali. 

“ Oh begitu bagus dehhehe berarti aku aman dong kalo ngehubungin kamu.” jawabku. 
“ Ohiya kamu kerja atau apa sekarang ?” tanya nya. 

“ Aku sudah gak kerja lagi, kemarin baru habis kontrak” jawabku. 

“ Oh begitu, emang  kerja dimana kemarin – kemarin  ?” tanya nya lagi. 
“ Aku kerja dibangka belitung” balasku cepat 

“ Jauh juga ya, merantau?” 

“ iya tapi sekarang aku sudah pulang lagi ke karawang.” jawabku 

“ ohiya besok ada waktu gak ?” tanyaku langsung 
“ kenapa emangnya ?” tanyanya balik. 

“ aku mau ngajak kamu keluar sekalian main berdua.” jawabku 
“ duuhhh, aku gak bisa nih, soalnya adik aku nanti sendirian gak ada yang jagain.” 
“ kalo enggak kamu main aja kerumahku ?” sambungnya. 

“ emang boleh sama orangtua kamu?” tanyaku. 
“ boleh kok, kan orangtua aku kerja.” jawabnya. 
“ mau jam berapa kesininya ?” tanya nya balik. 
“ hmm begitu, paling abis magrib kayaknya.” jawabku 
“ bisa kan kamu?” tanyaku langsung. 

“ yaudah kesini saja, nanti aku share location ke kamu.” jawabnya. 

Keesokkannya
 aku lupa jika aku sudah janji dengannya karna saat itu aku ketiduran hahaha, kulihat hp – ku ternyata sudah banyak pesan masuk darinya. Ahh tidak bodoh sekali diriku, tanpa
pikir panjang aku segera menghubunginya. 
 

“ duhhh maaf ya aku ketiduran, kecapekan banget soalnya” balasku. 
“ hahaha iya gapapa kok, aku pikir kamu gak jadi kesini, 
 soalnya aku telpon kamunya gak jawab” balasnya. 
“ besok deh aku janji bakal ke kamu hehe” jawabku. 
“ bener ya” tanya nya. 


Tanpa berpikir lama aku mencoba tuk mengatur jadwal kembali untuk bertemu dia di rumahnya hingga malam minggu tiba aku berencana untuk pergi 
kerumahnya dan kami pun berbincang-bincang mengingat masa-masa diwaktu sekolah dulu. Banyak sekali perbincangan kami malam itu dari yang saling tuduh hingga mengalami kejadian yang sama dan dari situ pula aku tahu bahwa dia juga menyukai ku di masa sekolah dasar dulu, mungkin dia menjaga batasan dengan ku karna mungkin dulu ada seorang wanita yang suka padaku dan ia sungkan untuk bergabung bersama jika kita sedang mengerjakan suatu kerja kelompok dulu.

Hingga pada akhirnya aku mengungkapkan perasaan ku kepadanya bahwa aku mencintainya sedari dulu dan aku selalu menyukainya, tanpa berpikir panjang pun dia menerima cintaku dan tanpa di sadari bibir kami saling bertemu dan saling beradu, ya mungkin itu first kiss pertama kami berdua. Sungguh, pada saat itu jantungku bedetak kencang layaknya sedang di kejar ribuan ekor anjing karna telah memasuki wilayahnya, hari demi hari kami lalui hubungan berdua layaknya sebagai cucu nabi adam yang sedang jatuh cinta, memang benar kata pepatah “dunia serasa milik berdua” dan semesta-pun selalu tahu jika ada dua orang remaja yang sedang jatuh cinta dan tidak ingin di ganggu oleh siapapun itu.
Banyak hal yang aku lalui dengannya juga banyak hal yang baru ku ketahui darinya, dari hubungannya yang
dulu sempat tak baik dari seorang lelaki yang bisa di bilang aku mengenalnya juga kehidupannya di keluarga
yang kurang harmonis. Aku tak bisa menyimpulkan bahwa setiap anak tak ingin dilahirkan jika hanya untuk 
menanggung semua dosa atas orangtua-nya.

Setiap minggu kami tak melewatkan hari-hari untuk bisa bersama entah hanya sekedar bermalam mingguan atau
hanya sekedar berkeliling dengan sepeda motor menelusuri kota karawang, hingga malam semakin larut sudah tiba 
waktunya untuk untuk kami mengakhiri berkeliling mengitari setiap sisi kota karawang.

"Gak kerasa ya sudah jam 10 malam, waktunya kita pulang ke kandang" ucapku
"Iya nih cepet banget perasaan waktunya " jawabnya dengan nada cemberut
"Kayaknya udah aman deh, gak ada yang aneh di karawang" jawabku
"Yok kita pulang, sudah selesai kita patrolinya" sambungku lagi
"Siap komandan" jawabnya tegas dengan raut wajah yang sangat cantik kala itu.

Selama di perjalanan pulang banyak hal yang kami bicara entah itu cita-cita di masa kecil
atau hanya sekedar candaan kecil biasa.

"Cita-cita kamu apa sih ?" Tanyaku di tengah perjalanan
"Perawat, makannya aku sekolah keperawatan" jawabnya
"Kenapa memangnya?" Tanya nya balik
"Gak papa, aku cuma pengen tahu aja." Jawabku langsung
"Kalo kamu apa cita-citanya?" Tanya nya balik
"Hmmm, gak tahu, se dikasihnya aja sama Alloh. Cewek/cowok juga gak papa" jawabku santai
"Heh, emang minta anak hahaha" sambung nya serasa tangannya yang mencubit perut ku karna aku yang
menjawab apa adanya.

Chapter 2 #part 2

Tanpa terasa waktu berlalu begitu cepat bagi-ku, sesekali ia datang kerumah-ku hanya sekedar tuk memastikan keadaan-ku dalam baik-baik saja,...